November 3, 2022

Chance and you can Go back – Pengertian Risiko (Risk)

By S1m0n1

Chance and you can Go back – Pengertian Risiko (Risk)

Secara umum, motivasi yang melandasi keputusan buyer dalam menginvestasikan sejumlah dananya adalah untuk mendapatkan come back dimasa yang akan datang. Dalam dunia investasi, exposure and you may go back sangat erat hubungannya. Seperti yang diungkapkan oleh Markowitz, “Usually do not set all of­your eggs in a single container”, artinya satu keranjang.

Dengan teori sederhana ini lah Markowitz menjelaskan risk and you will get back berhubungan linier. Setiap instrumen investasi pasti memiliki tingkat pengembaliannya masing-masing. Namun, pada kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai chance and you may come back investasi.

Menurut Fahmi (), “Risiko sebagai bentuk keadaan ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi nantinya (future) dengan keputusan yang diambil berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat ini.

Menurut Zubir (2013) yang dikutip oleh Fawziah (2016) dan :33), individual akan menanggung sejumlah risiko yang disebabkan oleh berbagai faktor-faktor tertentu yang tidak dapat dihindari. Faktor-faktor tersebut ialah:

  • Rate of interest chance, yaitu risiko perubahan tingkat bunga tabungan dan pinjaman;
  • Industry exposure, yaitu risiko gejolak (variability) return;
  • Rising cost of living exposure, yaitu risiko menurunnya daya beli masyarakat sebagai akibat dari kenaikan harga barang-barang secara terus menerus dan umum.
  • Business chance, yaitu risiko tantangan bisnis yang dihadapi perusahaan semakin ketat;
  • Economic exposure, yaitu risiko keuangan yang berkaitan dengan struktur modal yang digunakan untuk mendanai kegiatan perusahaan.
  • Liquidity exposure, yaitu risiko yang berkaitan dengan kesulitan untuk mencairkan protofolio;
  • Exchange rate riskatau money exposure, yaitu risiko perubahan nilai tukar mata uang antar negara;
  • Country exposure, yaitu risiko kondisi politik, keamanan dan stabilitas perekonomian antar negara.

Mengingat sangat kompleksnya risiko (risk) dalam investasi, maka munculah penyederhanaan dalam teori investasi modern. Dalam teori investasi modern, risiko dapat digolongkan menjadi risiko sistemamtis (clinical risk) atau biasa disebut dengan risiko pasar (sector exposure) dan risiko tidak sistematis (unsystematic exposure).

Menurut Husnan (), Systematic chance adalah risiko yang selalu ada dan tidak bisa dihilangkan dengan diversifikasi (pembentukan portofolio). Sedangkan Unsystematic exposure adalah risiko yang bisa dihilangkan dengan diversifikasi (pembentukan portofolio). Penjumlahan kedua jenis risiko tersebut disebut dengan risiko overall.

Dalam :34), Secara statistik, risiko investasi dapat diukur menggunakan dua alat ukur, yaitu standar deviasi dan beta saham. Standar deviasi menggambarkan gejolak get back saham dari come back rata-rata suatu sekuritas. Sedangkan beta saham menggambarkan gejolak get back dari get back pasar.

Chance and you will Come back – Pengertian Tingkat Pengembalian (Return)

Menurut Fahmi (), Go back adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan, individu dan institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukannya. Sedangkan Bodie et., most of the (2005) mendefinisikan get back sebagai penjumlahan sederhana pendapatan yang diperoleh dari setiap dolar yang diinvestasikan.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa get back merupakan tingkat pengembalian yang diperoleh atas investasi yang dilakukan. Sedangkan tingkat pengembalian yang diharapkan dalam investasi disebut dengan questioned get back. Selisih antara genuine get back dengan asked come back disebut juga dengan unusual go back (come back tak terduga).

Unpredictable return bernilai positif artinya get back yang terjadi lebih besar daripada get back yang diharapkan. Sedangkan irregular come back bernilai negatif artinya return yang terjadi lebih kecil daripada come back yang diharapkan.

Setiap jenis investasi memiliki tingkat keuntungannya masing-masing, reciprocally sebesar tingkat bunga yang telah ditentukan BI dan bersifat pasti, Obligasi yang memberikan go back yang disebut dengan Kupon dan akan dibayarkan secara periodik atau sekaligus dan bersifat pasti.

Berbeda dengan investasi saham, go back yang diterima pada investasi saham ada dua yaitu financial support acquire atau resource loss dan dividen (dalam sangat tergantung pada performance emiten di pasar.

Dengan demikian, investasi saham tidak akan menjamin keuntungan bagi trader (pemodal). Meskipun demikin, investasi saham mampu memberikan go back yang lebih tinggi daripada investasi aset bebas risiko. Apabila sobat dapat mengelola investasi dengan baik, bahkan get back yang tinggi sekalipun dapat diperoleh.

Hubungan Exposure dan Go back

Secara teknis, semakin tinggi expected return, maka chance yang dihadapi individual juga semakin tinggi dan berlaku sebaliknya. Hubungan exposure and you will get back adalah linier dan searah. Grafik Coverage Field Range berikut menjelaskan hubungan chance and you will get back dalam investasi dipasar modal.

Grafik Security Market Line (SML) di atas menunjukkan bahwa adanya hubungan positif antara risk and return. yang mana risk ditunjukkan oleh E(Rp) atau expected return portfolio pada sumbu Y dan risk ditunjukkan oleh ?p atau Beta portofolio pada sumbu X.

Sementara itu, R merupakan tingkat keuntungan investasi pada aset bebas risiko dengan risiko sebesar nol (0). E(Rm) atau expected return .

Sedangkan ?m atau Beta pasar merupakan risiko pasar yang bernilai 1. Perhatikanlah garis Security Market Line (SML) yang dimulai dari titik R­ dan menuju pada pertemuan titik E(R­m) dan titik ?m yang merupakan tingkat keuntungan pasar saham (diukur menggunakan indeks pasar seperti IHSG, LQ-45, JII, dll).

Dari penjelasan tersebut, maka kesimpulan bahwa risk and return berhubungan linear memang benar. Perhatikan garis SML, semakin meningkat E(Rp) maka ?p juga semakin meningkat.

Dari penjelasan singkat di atas, semoga sobat sekalian dapat memahami hubungan chance and you will get back dalam investasi. Untuk artikel selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam mengenai analisis investasi ini. Demikian informasi dari oM Jurnal. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

Sumber:

. Skripsi: Komparasi Keakuratan Funding Resource Rates Model (CAPM) dan Fama-French Three Factor Model Dalam Pembentukan Portofolio Saham Pada 11 Perusahaan Besar Di BEI Periode 2005-2015. Jambi: Fakultas Ekonomi, Universitas Batanghari